Sosialisasi Hari Aids se Dunia, Dinas Sosial `Garap` Pelajar

SAMARINDA -Dalam rangka peringatan Hari Aids se Dunia yang tiap tahunnya diperingati tanggal 1 Desember, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial dalam hal ini Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial, Napza dan KTA-KPO, Selasa (10/12) menggelar kegiatan Sosialisasi Hari Aids se Dunia Tahun 2019 yang dilangsungkan di Aula UPTD Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Nirwana Puri, Jl Mayjend Sutoyo, Samarinda.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 25 peserta yang keseluruhannya berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK yang ada di Kota Samarinda, terdiri dari SMAN 1 (2 orang), SMAN 3 (2 orang), SMAN 11 (2 orang), SMAN 13 (2 orang), SMAN 2 (2 orang), SMA-LBN Pembina (1 orang), SMKN 1 (2 oang), SMKN 2 (2 orang), SMK N 4 (2 orang), SMKN 7 (2 orang), SMKN 9 (2 orang), SMK Cokroaminoto (2 orang), dan SMK Pemuda (2 orang).

Bertindak sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut Kadis Sosial Kaltim, HM. Agus Hari Kesuma, yang menyampaikan materi dengan tema Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat Orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Kaltim.

Nara sumber lainnya adalah dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim yang membawakan materi dengan tema Kasus HIV di Kalangan Remaja, serta nara sumber dari Komisi Perlindungan Aids (KPA) Provinsi Kaltim yang menyampaikan materi dengan tema `Peranan Remaja dalam Penanggulangan HIV/Aids.

Dalam sambutannya, Kadis Sosial mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim, sejak tahun 1993 sampai dengan tahun 2019 ini di Kaltim telah ditemukan penderita Aids sebanyak 1.196 orang, yang mana dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 488 orang telah meninggal dunia.

“Perkembangan masalah penyakit HIV/Aids di Kaltim saat ini tidak hanya menyasar wanita pekerja seks (WPS), namun sudah bergeser turut menyasar IRT hingga kelompok remaja, berdasarkan data PKBS Kaltim dari tahun 20176 hingga 2019 melalui kegiatan penjangkauan kepada kelompok beresiko telah ditemukan mereka yang positif, terdiri dari laki-laki berisiko tinggi (LBT) sebanyak 874, wanita pekerja seks 91 orang, dengan rentang usia 20 s/d 35 tahun, adapun penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seks, penggunaan jarum suntik, selama kehamilan, persalinan atau menyusui, serta transfusi darah,” jelasnya.

Lebih lanjut Kadis Sosial menekankan agar melalui kegiatan tersebut, para pelajar khususnya peserta sosialisasi dapat benar-benar memahami materi-materi yang disampaikan para nara sumber, sehingga nantinya dapat dijadikan pioneer atau pelopor di lingkungan sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat setempat sehingga pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba serta penyebaran HIV/Aids dapat berjalan secara masif di seluruh tingkatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Sapran, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial, Napza dan KTA-KPO, mengatakan, bahwa maksud dan tujuan kegiatan tersebut antara lain adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids untuk mewujudkan 3 Zero HIV pada tahun 2030 mendatang, selain itu kalangan pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa diharapkan dapat berperan sebagai pelopor dalam gerakan masyarakat hidup sehat guna mengurangi stigma dan diskriminasi kepada ODHA di lingkungan masyarakat. (hms/mc)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *