Pendamping Sosial KUBE Dapat Ikut Serta Dalam Distribusi BNPT

SOLO -Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II melaksanakan Kegiatan Bimbingan Pemantapan Pendamping Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tahun 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di The Sunan Hotel, Solo, Jawa Tengah pada tanggal 25 sampai dengan 28 Juni 2019.

Dalam laporannya, Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah II, I Wayan Wirawan mengharapkan hasil dari kegiatan adalah meningkatnya kapasitas dan kapabilitas Pendamping Sosial KUBE dalam melayani KPM yang tergabung dalam kelompok usaha Bersama.

“Selain itu, dengan materi yang disampaikan, kinerja Pendamping Sosial KUBE diharapkan dapat meningkat terutama dalam penyusunan pelaporan”, ujar Direktur PFM Wilayah II di Solo (26/06).

Sementara itu Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM), Andi ZA Dulung dalam arahannya, menegaskan bahwa Pendamping Sosial KUBE dapat ikut terlibat dalam proses distribusi Bantuan Pangan Non Tunai. Keterlibatan Pendamping diharapkan dapat memberikan penghasilan tambahan dari margin jasa distribusi pangan tersebut. Namun Dirjen PFM mengingatkan bahwa Pendamping Sosial KUBE dilarang mengambil keuntungan dari bantuan sebesar dua juta rupiah yang dihibahkan Pemerintah kepada KUBE, mengingat uang tersebut berasal dari APBN.

Dirjen PFM juga mengapresiasi kinerja Pendamping Sosial KUBE yang menjadi salah satu faktor penentu dalam penurunan angka kemiskinan menjadi satu digit sebesar 9,6% sebagaimana dinyatakan oleh Badan Pusat Statistik. Harapannya, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Pendamping Sosial KUBE untuk lebih giat lagi dalam bekerja guna mengentaskan kemiskinan di wilayah kerja masing-masing.

“Bahwa puncak keberhasilan Pendamping Sosial KUBE adalah apabila dapat merubah pola pikir KPM dan mewujudkan kemandirian mereka dengan giat berusaha dalam KUBE yang telah dibentuk”, jelas Dirjen PFM.

Dirjen PFM menyatakan agar KPM juga disarankan untuk tidak takut meminjam dana dari koperasi untuk mengembangkan usaha mereka selama uang tersebut digunakan dengan baik. Namun demikian, apabila KPM berpikiran untuk menyalahgunakan modal pinjaman tersebut, maka bencana ekonomi dapat terjadi bagi mereka. (hms)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *