Lokasi Pengungsian Wajib Sediakan `Bilik Asmara`


SAMARINDA –Salah satu upaya mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat khususnya di lingkungan keluarga antara suami dan istri yang tengah tertimpa musibah dan harus tinggal di lokasi pengungsian, maka di lokasi pengungsian tersebut harus disediakan `Bilik Asmara`.

“Salah satu faktor yang dapat memicu pertengkaran suami dan istri adalah pemenuhan kebutuhan biologis, sehingga dalam setiap terjadi musibah di masyarakat yang mengharuskan mereka mengungsi, maka di lokasi pengungsian tersebut harus disiapkan tempat khusus yakni bilik asmara, karena tidak bisa dipungkiri, kebutuhan biologis yang tidak terpenuhi akan memicu emosi khususnya bagi pasangan suami istri yang harus tinggal berhari-hari di lokasi pengungsian. Jadi hal ini harus difahami oleh Tenaga Pelopor Perdamaian, bahwa untuk menciptakan perdamaian harus dimulai dari hal-hal terkecil, dan dimulai dari lingkungan terdekat,” papar Kasubdit Pencegahan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Drs.Helmi DT.R.Mulya, M.Si, Kementerian Sosial RI, saat menjadi nara sumber dalam kegiatan `Pemantapan Petugas Pelopor Perdamaian Provinsi Kaltim Tahun 2019` yang dilangsungkan pada tanggal 29 April s/d 1 Mei 2019 di Hotel Royal Park, Samarinda.

Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit Pencegahan Direktorat PSKBS tersebut  juga mengatakan bahwa deteksi dini harus harus benar-benar dilakukan dengan baik sehingga potensi-potensi konflik sosial di masyarakat dapat diantisipasi.

“Melalui Tenaga Pelopor Perdamaian, Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal tentunya didahului dengan deteksi dini yang baik, maka potensi konflik sosial di masyarakat dapat dicegah, sehingga peran Tenaga Pelopor Perdamaian sangat diperlukan untuk menciptakan perdamaian di daerah dan secara nasional pada umumnya,” tegasnya. (hms)

2 replies
  1. ambolala
    ambolala says:

    Dinas Sosial Prov. Kaltim eksis dan unggul dalam menata data dan prog. yg aktual.
    Bersih/integrited dan professional dlm pelayanan publik
    Membangun sinergi dan mengintegrasikan prog lintas opd/stakeholders

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *