Dinsos Kaltim Gelar kegiatan Koordinasi dan Konsultasi Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional

Samarinda – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, HM Jauhar Efendi resmi membuka kegiatan Koordinasi dan Konsultasi Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional dengan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), senin (31/8)bertempat di Aula Asran Bulkis Dinas Sosial, jalan Basuki Rahmat No 76, Samarinda.
Jauhar, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial yang telah mengadakan kegiatan ini, sehingga mempermudah kami, dalam hal ini Dinas Sosial maupun anggta TP2GD yang memang sangat membutuhkan informasi yang komprehensif terkait prosedur pengusulan calon Pahlawan Nasinal serta berkenan secara langsung menyampaikan prosedur Pengusulan calon Pahlawan Nasional.


Manfaatkan dan optimalkan kegiatn ini untuk menggali lebih jauh mengenai prosedur pengusulan calon Pahlawan Nasional. Kesempatan ini menjadi momentum yang baik, Mohon kiranya bapak/Tim anggota TP2GP berkenan apabila nanti dari kami akan ada banyak pertanyaan dan permohonan penjelasan terkait pengusulan Pahlawan Nasional,’ Ujar Jauhar.
‘Semoga dengan kegiatan ini kita mendapatkan informasi yang lengkap terkait pengusulan Pahlawan Nasional karena Kegiatan ini penting untuk mendapatkan penjelasan langsung dari anggota Tim TP2GP yang selama ini belum pernah dilaksanakan,’ Harap Jauhar ketika membuka kegiatan Koordinasi dan Konsultasi Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional denga Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) yang turut dihadiri oleh Kadis Sosial kaltim, HM Agus Hari Kesuma, Direktur Kepahlawanan Keperintisan dan kesetiakawanan sosial ,Ketua Tim Ahli Kepahlawanan Kemensos, Korem 091 ASN , Polda Kaltim , TGUP3 , LPRI Kaltim , Komisi IV DPRD Kaltim dan Tokoh Masyarakat.


sebagai infomasi, adapun nama-nama Pahwalan Nasional yang di ajukan Pemprov kaltim melalui Dinas Sosial ialah, Haji Abdoel Moeis Hassan, yang merupakan Gubernur Kalimantan Timur ke-2 dan seorang tokoh pemuda pergerakan kebangsaan di Samarinda pada masa 1940–1945 dan pemimpin perjuangan diplomasi politik untuk kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kalimantan Timur pada masa 1945–1949, dan Sultan Aji Muhammad Idris Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang memerintah mulai tahun 1735 hingga tahun 1778. Sultan Aji Muhammad Idris merupakan sultan pertama yang menggunakan nama Islam semenjak masuknya agama Islam di Kesultanan Kutai Kartanegara pada abad ke-17.(bg)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *