Dinas Sosial Kaltim Siaga Bencana Covid -19

SAMARINDA -Kadis Sosial Kaltim, H.M. Agus Hari Kesuma, Selasa (31/3) pagi memimpin rapat koordinasi dengan Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) membahas terkait langkah-langkah yang akan diambil jajaran Dinas Sosial sebagai bentuk kesiapsiagaan mengantisipasi kemungkinan terburuk pandemi atau bencana Virus Corona (Covid-19) khususnya di Kaltim.

Rapat yang dilangsungkan di Aula Dinas Sosial Kaltim di Jl Basuki Rahmat Nomor 76 tersebut diikuti Kabid Linjamsos, Ahmadin, Sekretaris, H. Muhammad Yusuf, Kasub Bagian Perencanaan Program, Doni Julfiansyah, para pejabat Pengawas di Bidang Linjamsos, Korwil PKH Kaltim, serta perwakilan Tagana Kaltim.

Poin-poin penting yang disimpulkan dalam rapat tersebut antara lain adalah :

  • Aksi Penyemprotan Disinfektan tetap dilanjutkan oleh Tagana Kaltim di fasilitas-fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, tempat ibadah serta tempat umum lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat umum, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid -19.
  • Melakukan validasi data warga kurang mampu di Kabupaten/kota se Kaltim guna dilaporkan ke Gubernur Kaltim.
  • Mendata ulang stok logistik yang ada di gudang logistik dan dikemas per paket untuk dibagikan ke warga kurang mampu. (hms/mc)

HUT ke -16, Tagana Kaltim Fokus `Perangi` Covid -19

SAMARINDA -Peringatan HUT Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke -16 yang jatuh pada hari Selasa (24/03) diperingati Tagana Kaltim dengan melakukan gerakan perang terhadap Virus Corona (Covid-19) dengan cara melakukan aksi bhakti sosial dengan melakukan penyemprotan disinfektan tak hanya di lingkungan kantor Dinas Sosial Kaltim dan 5 UPTD, melainkan juga panti-panti sosial swasta serta fasilitas-fasilitas publik lainnya di Kaltim.

“Peringatan HUT Tagana ke -16 di Kaltim diisi dengan kegiatan bhakti sosial yakni memerangi virus Corona (Covid-19) dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan dimulai dari lingkungan kantor, dilanjutkan ke 5 UPTD, panti-panti sosial swasta hingga ke fasilitas-fasilitas umum khususnya yang ada di Kota Samarinda, kegiatan penyemprotan disinfektan iini sudah mulai dilakukan anggota Tagana Kaltim sejak hari Senin (23/03) dan dilanjutkan kembali hari ini (Selasa, 24/03) hingga selesai,” papar Kadis Sosial Kaltim, HM. Agus Hari Kesuma.

Lebih lanjut Kadis Sosial mengatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu upaya pemerintah dalam menanggulangi dan mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) khususnya di Kaltim.

“Peringatan HUT Tagana tahun ini tentunya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mana tahun ini tanpa perayaan, dikarenakan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini memerlukan peran nyata dari semua pihak termasuk Tagana Kaltim untuk ikut membantu upaya pemerintah mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) yaitu melalui aksi penyemprotan disinfektan ini,” tegasnya. (hms/mc)

Kadis Sosial : ASN dan Non ASN Dinas Sosial Work From Home

SAMARINDA – Kadis Sosial Provinsi Kalimantan Timur, HM. Agus Hari Kesuma, mengatakan, bahwa terhitung sejak hari Senin (23/03), seluruh ASN dan Non ASN di lingkungan Dinas Sosial Kaltim bekerja dari rumah atau work from home.

Menurutnya, hal itu sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Nomor 065/1990/B.Org, yang ditandatangani Plt Sekda Provinsi Kaltim, atas nama Gubernur Kaltim, tanggal 20 Maret 2020, tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid -19) di lingkungan Pemprov Kaltim.

“Sesuai SE tersebut maka sejak hari ini, Senin (23/03) seluruh ASN dan Non ASN di lingkungan Dinas Sosial bekerja dari rumah, sampai batas waktu yang ditentukan yakni tanggal 30 Maret 2020,” papar Agus sesuai memimpin rapat dengan para pejabat Administrator di ruang kerjanya, Senin (23/03) pagi.

Pihaknya berharap dengan kebijakan work from home bagi para ASN maupun Non ASN tersebut dapat membantu upaya pemerintah mencegah penyebaran virus Corona (Covid -19) khususnya di Kaltim.

“Meski harus kerja dari rumah diharapkan seluruh ASN maupun Non ASN tetap standby dalam arti jika sewaktu-waktu diperlukan mereka selalu siap menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai abdi masyarakat,” tegas Agus.

Sebagai informasi, selain ‘merumahkan’ ASN dan Non ASN, dalam SE yang ditandatangani Plt Sekda Provinsi Kaltim, H.M. Sa’bani, juga disebutkan bahwa untuk pejabat eselon II dan III tetap diwajibkan bekerja di kantor. (hms/mc)

Cegah Corona, 5 UPTD Dinas Sosial Tidak Menerima Pengunjung !

SAMARINDA -Kadis Sosial Provinsi Kaltim, HM.Agus Hari Kesuma, menegaskan, bahwa terhitung mulai hari Rabu (18/03), 5 UPTD dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim sementara waktu ditutup, dalam arti panti-panti sosial tersebut tidak menerima pengunjung dari pihak manapun.

“Penutupan sementara panti-panti sosial dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Kaltim Nomor 440/1871/0213-II/B.Kesra, tentang Tindak Lanjut terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19) di lingkungan Pemprov Kaltim, sehingga harapan kami dengan tidak adanya masyarakat yang berkunjung ke panti-panti tersebut dapat mendukung upaya Pemprov Kaltim mencegah penyebaran virus corona atau Covid 19 di Kaltim,” tegas Agus.

Menurutnya, penutupan panti-panti tersebut dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Lebih lanjut Agus mengatakan, meski menutup panti dari pengunjung, namun pihaknya memastikan pelayanan khususnya di lingkungan Dinas Sosial Kaltim tetap berjalan normal.

“Untuk pelayanan di lingkungan Dinas Sosial masih tetap seperti biasa, namun kami tetap mewajibkan tamu maupun para pegawai Dinas Sosial Kaltim untuk tetap waspada dengan cara menjaga kebersihan dengan secara disiplin mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang disediakan,” jelasnya.

Sebagai informasi, 5 UPTD dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim meliputi UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma (PSPAD), UPTD Panti Sosial Bina Remaja (PSBR), UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan (PSAAH), UPTD Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Nirwana Puri, serta UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia. (hms/mc)

Pemprov Kaltim Putuskan Local Lockdown

BALIKPAPAN -Berdasarkan Rakor Covid-19 di Ruang Malinau Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (16/3/2020) Pemprov Kaltim memutuskan beberapa hal untuk mengatasi wabah ini. Berikut hasil keputusan rapat yang disampaikan Biro Humas dan Protokol Pemprov Kaltim kepada awak media :

1. Local lockdown harus diambil Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap berbagai aktivitas yang melibatkan banyak orang, baik pertemuan dan kegiatan kedinasan, sekolah, perkuliahan maupun kegiatan-kegiatan yang sudah teragendakan.

2. Local lockdown dimulai sejak Selasa Tanggal 17 Maret 2020 selama 14 hari kedepan meski demikian sifatnya tidak full atau total, seperti dijelaskan Wagub Hadi Mulyadi dimana orang masih bisa keluar dan masuk Kaltim namun dengan pangawasan/pemantauan yang ketat.

3. Pemerintah dan pihak berwenang meminta masyarakat membatasi bahkan mengurangi semaksimal dan seefektif mungkin aktifitas di luar dan berhubungan banyak orang seperti anak-anak sekolah diliburkan juga mahasiswa, termasuk kegiatan pegawai di kantor-kantor yang tidak terlalu penting, bisa dilakukan di rumah.

4. Untuk anak sekolah, Pemprov Kaltim meminta Dinas Pendidikan provinsi maupun kabupaten dan kota untuk meliburkan selama 14 hari kedepan. Termasuk menunda ujian nasional hingga dalam waktu yang belum ditentukan.

5. Sejumlah kegiatan seperti Kunker Wagub ke Kukar-Kubar-Mahulu, Raker Kehumasan di Bontang, Hut Damkar di Sangatta, Munas IDI dan PMII di Balikpapan, Lomba Anak Soleh di Bontang dan berbagai event daerah maupun nasional di Kaltim ditunda.

6. Rapat diikuti Gubenur Kaltim Isran noor, Wagub Hadi Mulyadi, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Irjen Pol Muktiono, anggota DPRD Kaltim Sigit Wibowo dan Hasanuddin Mas’ud, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Wali Kota Bontang Hj Neni Moerniaeni, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud, Dinas/OPD terkait lingkup Pemprov Kaltim, Kepala bandara dan Kepala pelabuhan se Kaltim, Direktur RSUD AWS Samarinda dan Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

7. Keterangan disampaikan Gubernur Isran Noor bersama Wagub Hadi Mulyadi. (hms)

Waspada Corona !

SAMARINDA -Kadis Sosial Provinsi Kalimantan Timur, HM. Agus Hari Kesuma, Senin (16/3) memimpin Rapat Staf yang diikuti para pejabat Administrator dan Pengawas, serta para Pekerja Sosial di lingkup Dinas Sosial Prov. Kaltim.

Rapat yang digelar di ruang Kadis Sosial Kaltim seusai Apel Pagi tersebut membahas tentang antisipasi penyebaran virus corona (Covid 19) khususnya di lingkungan Dinas Sosial dan 5 UPTD di bawah naungan Dinas Sosial Kaltim, salah satunya dengan menyiapkan hand sanitizer sebagai salah satu langkah menjaga kebersihan tangan para pegawai dan tamu yang berkunjung ke Dinas Sosial Kaltim.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Samarinda mengumumkan tengah mengisolasi tiga warganya diduga terpapar Virus Corona Covid-19. Ketiganya masuk dalam kategori pengawasan sehingga harus ditempatkan di ruang khusus.

Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismid menjelaskan, dari daftar nama warga yang dalam status pemantauan kini meningkat menjadi pengawasan. Mereka kini diisolasi di ruang khusus di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie, Samarinda.

Dia melanjutkan, ketiga orang yang diisolasi itu adalah warga Samarinda. Ketiganya langsung dirujuk ke RSUD pagi tadi. Protokol penanganan virus ini langsung diterapkan oleh pihak rumah sakit dengan melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium.

“Yang penting pada hari ini, bahwa meskipun ada peningkatan Pasien Dalam Pengawasan atau PDP, sampai sejauh ini belum ada pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Jadi saya tegaskan lagi. Belum ada yang positif Covid-19,” ujar Ismid.

Dia menambahkan, saat ini orang yang dalam pemantauan meningkat menjadi 18 orang. Jumlahnya bertambah dari sehari sebelumnya yang hanya delapan orang. (hms/mc/lip6)

Hingga 2019, Dinas Sosial Tangani 1131 KUBE APBN dan 419 KUBE APBD

SAMARINDA -Sejak Tahun 2011 hingga Tahun Anggaran 2019, pelaksanaan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin di Provinsi Kalimantan Timur yang ditangani Dinas Sosial Kaltim tercatat berjumlah 1131 KUBE untuk sumber pendanaan APBN, dan 419 KUBE untuk sumber pendanaan APBD Kaltim.


Pada tahun 2011, program KUBE di Kaltim yang menggunakan sumber pendanaan dari APBN hanya dilaksanakan di dua daerah yakni Kutai Barat sebanyak 50 KUBE, serta Kutai Timur 20 KUBE, sedangkan untuk sumber dana APBD sebanyak 50 KUBE yakni di Kota Samarinda.


Untuk tahun 2012, program KUBE (APBN) dilaksanakan di lima daerah di Kaltim, terdiri dari Kutai Barat 40 KUBE, PPU 20 KUBE, Paser 20 KUBE, Samarinda 11 KUBE, dan Balikpapan 15 KUBE.Sedangkan untuk KUBE yang bersumber APBD, di tahun 2012 hanya dilaksanakan di Kota Samarinda yakni sebanyak 50 KUBE.


Di tahun 2013, program KUBE (APBN) dilaksanakan di empat daerah di Kaltim, terdiri dari Kutai Barat 30 KUBE, PPU 30 KUBE, Paser 30 KUBE dan Bontang 20 KUBE.
Adapun untuk KUBE (APBD) sebanyak 20 KUBE yang dilaksanakan di Kabupaten Berau.


Sementara itu untuk tahun 2014, program KUBE dilaksanakan di enam daerah di Kaltim, meliputi Kutai Barat 30 KUBE, PPU 30 KUBE, Paser 30 KUBE, Samarinda 20 KUBE, Balikpapan 15 KUBE, serta Bontang 15 KUBE.
Untuk KUBE (APBD) dilaksanakan di dua daerah yakni Berau 50 KUBE, dan Samarinda 23 KUBE.


Pada tahun 2015, program KUBE (APBN) dilaksanakan di delapan daerah di Kaltim, meliputi Kutai Barat 35 KUBE, PPU 35 KUBE, Paser 35 KUBE, Kutai Timur 35 KUBE, Berau 35 KUBE, Samarinda 20 KUBE, Balikpapan 15 KUBE, serta Bontang 15 KUBE.
Di tahun yang sama, program KUBE (APBD) dilaksanakan di dua daerah yakni Berau 25 KUBE dan Samarinda 25 KUBE.

Berlanjut di tahun 2016, program KUBE (APBN) dilaksanakan di enam daerah di Kaltim, terdiri dari Kutai Barat 20 KUBE, PPU 20 KUBE, Paser 20 KUBE, Kutai Timur 20 KUBE, Balikpapan 20 KUBE dan Bontang 30 KUBE.
Adapun untuk KUBE (APBD), dilaksanakan di dua daerah yakni Paser 25 KUBE dan Berau 25 KUBE.


Pada tahun 2017, program KUBE (APBN) dilaksanakan di empat daerah di Kaltim, meliputi Kutai Barat 20 KUBE, PPU 30 KUBE, Paser 30 KUBE, dan Balikpapan 20 KUBE.
Untuk program KUBE (APBD) dilaksanakan di empat daerah, yakni PPU 16 KUBE, Paser 20 KUBE, Samarinda 15 KUBE, dan Balikpapan 15 KUBE.

Pada tahun 2018, program KUBE (APBN) dilaksanakan di empat daerah di Kaltim, terdiri dari Paser 20 KUBE, Kutai Timur 30 KUBE, Samarinda 20 KUBE, serta Bontang 30 KUBE.Sementara itu untuk program KUBE (APBD) di tahun tersebut dilaksanakan di dua daerah yakni PPU 20 KUBE, dan Balikpapan 20 KUBE.

Di tahun 2019, program KUBE (APBN) menyentuh lima daerah di Kaltim, meliputi PPU 20 KUBE, Kutai Timur 30 KUBE, Berau 20 KUBE, Balikpapan 20 KUBE , dan Bontang 60 KUBE. Sedangkan untuk program KUBE (APBD) di tahun 2019 hanya dilaksanakan di Kota Balikpapan yakni sebanyak 20 KUBE.

Sekadar diketahui, program KUBE yang bersumber pada APBN, jumlah atau besaran bantuan yang diberikan sebesar Rp20 Juta/KUBE, dengan sistem cash transfer yang dilakukan secara langsung ke masing-masing rekening KUBE yang bersangkutan, yang mana setiap KUBE terdiri dari 10 orang.


Adapun untuk program KUBE yang bersumber pada APBD Kaltim, jumlah atau besaran bantuan yang diberikan PAGU dana yang dialokasikan sebesar Rp15 Juta/KUBE, yang diberikan dalam bentuk barang disesuaikan dengan jenis usaha KUBE yang bersangkutan.
Berbeda dengan jumlah anggota KUBE (APBN), tiap kelompok/KUBE dalam program KUBE (APBD) ini hanya terdiri dari 5 orang/KUBE.

Sebagai informasi, KUBE adalah Kelompok Usaha Bersama yaitu salah satu program pemerintah yang ada pada Kementerian Sosial RI khususnya di Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan yang bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha melalui program Bantuan Langsung. (hms/mc)

Selamat ! 8 ASN Dinas Sosial Promosi sebagai Pejabat Pengawas

SAMARINDA -Sebanyak 8 orang ASN di lingkup Dinas Sosial menerima promosi atau kenaikan jabatan sebagai Pejabat Pengawas guna mengisi kekosongan yang ada pada 8 posisi jabatan Pengawas di lingkup Dinas Sosial Kaltim serta UPTD dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim.
ke 8 Pejabat Pengawas baru di lingkup Dinas Sosial Kaltim tersebut secara resmi dilantik oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor, dalam acara Upacara Pelantikan dan PengambilanSumpah /Janji Jabatan Pemprov Kaltim di Lamin Etam, Senin (2/3) siang.
Berikut ini 8 Pejabat Pengawas baru di lingkup Dinas Sosial Kaltim :

  1. Sri Samini : Kasi Rehabilitasi dan Disabilitas Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kaltim.
  2. Marti Rahayu : Kasi Penyantunan dan Pelayanan UPTD Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Nirwana Puri.
  3. Supangat : Kasi Pembinaan dan Terminasi UPTD Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Nirwana Puri
  4. Supiani : Kasi Penyantunan dan Pelayanan UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan (PSAAH).
  5. Arbain : Kasi Pembinaan SDM dan Terminasi UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan (PSAAH).
  6. Musa : Kasi Penyantunan dan Pelayanan Rehabilitasi Sosial UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia.
  7. Daliyo : Kasi Pembinaan dan Advokasi Sosial UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia.
  8. Benyamin Janarto : Kasi Penyantunan dan Pelayanan UPTD Panti Sosial Bina Remaja (PSBR). (hms/mc)

Kunjungan OL ke Jawa Timur

SAMARINDA -Jajaran pejabat struktural terdiri dari para pejabat Administrator dan Pengawas di lingkup Dinas Sosial Kaltim dengan dipimpin Kadis Sosial Kaltim, HM. Agus Hari Kesuma, serta perwakilan Dinas Sosial Kabupaten/kota se Kaltim, pada tanggal 26 s/d 28 Februari 2020 melakukan kunjungan kerja Orientasi Lapangan (OL) ke Provinsi Jawa Timur sebagai rangkaian dari kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Kesejahteraan Sosial Provinsi Kaltim yang berlangsung di Grand Jatra Hotel, Balikpapan, 24 s/d 25 Februari lalu.

Dalam kunjungan ke Provinsi Jawa Timur tersebut, rombongan pejabat Dinas Sosial Kaltim melakukan kunjungan ke dua lokasi, yakni ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Jl. Gayung Kebon Sari No.56 B Kota Surabaya, yang mana dalam kunjungan tersebut rombongan diterima oleh Kadis Sosial Jawa Timur, Dr. Alwi, M.Hum, dan jajaran nya.

Sementara itu dalam kunjungan ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak di Jl. Trunojoyo No. 93 Kota Batu, rombongan diterima Kepala UPT, Yusmanu, beserta jajaran.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan OL ke Provinsi Jawa Timur adalah untuk menambah referensi ilmu khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bidang pembangunan kesejahteraan sosial yang ditangani Dinas Sosial Kaltim.

Sekilas tentang UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak merupakan UPT milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk melayani anak anak yang mengalami gangguan psikososial pada usia Sekolah Dasar dengan kriteria anak usia kelas 4 kelas 5 dan kelas 6.

Anak dengan gangguan psikososial disekolah dikategorikan anak yang cenderung suka usil, anak yang suka murung, anak yang pendiam, anak yang prestasi nya menurun serta anak yang nakal. Selama 25 hari anak tersebut ditirahkan di UPT dengan didampingi seorang guru pendamping.

Selain guru pendamping, kegiatan selama 25 hari diisi oleh psikolog dan petugas Instruktur, ada instruktur untuk kerohanian, instruktur untuk keterampilan hadrah, instruktur untuk keterampilan angklung serta instruktur kesenian dan juga yang wajib adalah didampingi atau dibimbing oleh pekerja sosial.

Masing-masing anak nanti digali potensi nya, digali permasalahannya, ini menjadi tanggung jawab pekerja sosial sehingga perubahan perilaku anak yang tadinya anak anak yang pendiam, prestasinya menurun. Oleh pekerja sosial nanti akan digali sungguh-sungguh penyebabnya dan akan ditindak lanjuti cara penyelesaiannya.

Setelah ikut petirahan selama 25 hari mereka dikembalikan ke sekolah masing-masing tapi tetap dipantau oleh pekerja sosial yang ada di UPT. (hms/mc)