Dinas Sosial `Bermimpi` Bangun Dua Panti Lagi

SAMARINDA -Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur berharap kedepannya dapat memiliki dua UPTD lagi yakni Panti Sosial khusus Penyandang Disabilitas, dan Panti Sosial khusus bagi Gelandangan dan Pengemis.

Hal itu disampaikan Plt Kadis Sosial Kaltim, Khairul Saleh, saat berlangsungnya Rakornis Kesos Provinsi Kaltim 2019 di Grand Tjokro Hotel, Balikpapan, 19 s/d 21 Maret 2019 lalu.

“Idealnya Dinas Sosial Kaltim membawahi 7 panti sosial, saat ini baru ada 5 panti sosial, yani Panti Sosial Perlinduangan Anak Dharma (PSPAD), Panti Sosial Asuhan Anak Harapan (PSAH), Panti Sosial Bina Remaja (PSBR), Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Nirwana Pura, serta Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia. Nah, kedepannya kami berharap bisa memiliki anggaran khusus tentunya melalui persetujuan Pemprov dan DPRD Kaltim untuk dapat mewujudkan pembangunan dua panti sosial lagi, yakni panti sosial khusus bagi penyandang disabilitas, dan panti sosial khusus bagi gelandangan dan pengemis, karena belajar dari pengalaman selama ini, keberadaan dua panti sosial tersebut sangat mutlak diperlukan,” papar Khairul Saleh didepan para peserta Rakornis Kesos 2019 dari perwakilan Instansi Sosial Kabupaten/kota se Kaltim.

Terkait impian Dinas Sosial Kaltim untuk memiliki dua panti sosial lagi tersebut, Kabiro Perencanaan Kementerian Sosial RI, Adhy Karyono, mengatakan, sepanjang melakui kajian akademis serta ketersediaan anggaran khususnya dari APBD Kaltim, maka hal itu sah-sah saja diwujudkan.

“Sepanjang telah melalui kajian akademis dan anggaran siap, kenapa tidak, hal itu akan sangat positif dalam mendukung pemerintah menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dari hari ke hari semakin kompleks, dan tentu saja kami di Kementerian Sosial RI siap membantu dan mendukung Dinas Sosial Kaltim demi mewujudkan cita-cita tersebut,” kata Adhy Karyono saat menjadi nara sumber dalam Rakornis Kesos Provinsi Kaltim 2019 tersebut. (hms)

Ini, Isi Lengkap Kesepakatan Rakornis Kesos 2019

SAMARINDA -Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019 yang digelar Dinas Sosial Kaltim bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Balikpapan selaku tuan rumah pada tanggal 19 s/d 21 Maret 2019 di Grand Tjokro Hotel, Balikpapan, menghasilkan 8 butir rumusan kesepakatan yang ditandatangani bersama perwakilan Instansi Sosial Kabupaten/kota se Kaltim.

Berikut ini isi lengkap 8 butir kesepakatan Rakornis Kesos 2019 di Balikpapan :

  1. Tersedianya dana pendampingan untuk mengirim calon penghuni panti ke panti sesuai dengan kriteria.
  2. Tersedianya dana monitoring dan evaluasi dari Kabupaten/kota untuk klien panti.
  3. Perlu penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) Pekerja Sosial profesional untuk memenuhi kebutuhan petugas assesment pada panti.
  4. Perlu diatur suatu kesepahaman terkait pemulangan Orang Terlantar (OT) dalam hal ini, gelandangan, pengemis, eks orang dengan gangguan jiwa antara Dinas Sosial Provinsi Kaltim dengan Dinas Sosial Kabupaten/kota se Kaltim.
  5. Diperlukan rapat koordinasi tentang regulasi yang komprehensif tentang persoalan migrasi demografi.
  6. Menyiapkan anggaran untuk verifikasi dan validasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tingkat Kabupaten/kota.
  7. Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Teknis Kesos Provinsi Kaltim Tahun 2020 akan dilaksanakan di Kabupaten Berau.
  8. Pelaksanaan Orientasi Lapangan (OL) akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. (hms)


Rakornis Kesos 2019 Hasilkan 8 Butir Kesepakatan

SAMARINDA –Rapat Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019 yang berlangsung 19 s/d 21 Maret 2019 di Grand Tjokro Hotel Balikpapan menghasilkan 8 butir kesepakatan yang ditandatangani bersama perwakilan Instansi Sosial Kabupaten/kota se Kaltim.

Poin-poin kesepakatan tersebut diantaranya menyebutkan kegiatan verifikasi dan validasi data PMKS dilakukan secara continue dan diupdate minimal dua kali dalam setahun, kemudian perihal penunjukan Kabupaten Berau sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakornis Kesos Tahun 2020 mendatang.

Kegiatan Rakornis Kesos 2019 menghadirkan sejumlah nara sumber diantaranya adalah Kabiro Perencanaan Kementerian Sosial RI, Adhi Karyono, Kabiro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Elto, Plt Kadis Sosial Kaltim, Khairul Saleh, serta para Kepala UPTD dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim.

Adapun peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur, meliputi perwakilan Dinas Sosial Kabupaten/kota se Kaltim, Bappeda se Kaltim, unsur-unsur Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) se Kaltim, meliputi TKSK, PSM, pendamping sosial, KB3S, LKS serta mitra Dinas Sosial lainnya.

Kegiatan tersebut dibuka, Plt Asisten I Setprov Kaltim, Sabani, dan dihadiri Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, pada hari Selasa (19/3) malam bertempat di ruang pertemuan kantor Walikota Balikpapan.

Rangkaian kegiatan Rakornis Kesos 2019 secara resmi ditutup oleh Plt Kadis Sosial Kaltim, Khairul Saleh, Rabu (20/3) sore bertempat di Grand Tjokro Hotel, Balikpapan. (hms)

Pembukaan dan Welcome Dinner Rakornis Kesos 2019

BALIKPAPAN -Kegiatan Rapat Kooordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019 resmi dibuka oleh Plt Asisten I Setprov Kaltim, Sabani, Selasa (19/3) di Ruang Pertemuan Kantor Walikota Balikpapan.

Acara pembukaan Rakornis Kesos yang juga dirangkai dengan acara Welcome Dinner oleh jajaran Pemkot Balikpapan, dengan dihadiri langsung Walikota Balikpapan, Rizal Effendi tersebut diikuti para peserta Rakornis dari Instansi Sosial Kabupaten/kota se Kaltim.

Dalam sambutan ucapan selamat datang bagi para peserta Rakornis Kesos 2019 tersebut, Rizal Effendi mengatakan, bahwa sebuah kehormatan bagi Kota Balikpapan ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan yang menjadi agenda tahunan Instansi Sosial se Kaltim itu.

“Salah satu instansi yang dijamin masuk surga oleh Allah SWT adalah bekerja di Dinas Sosial, karena pekerjaan yang ditangani adalah terkait langsung dengan pengentasan kemiskinan, jadi tidak perlu berkecil hati menjadi bagian dari Dinas Sosial, karena meski tidak se seksi instansi lain, namun bekerja di Dinas Sosial bisa menjadi ladang pahala bagi kita semua, sepanjang kita melakukan pekerjaan dengan tulus dan iklas, jadi tidak perlu minder atau berkecil hati bekerja di Dinas Sosial, kita harus bangga karena paling dekat dengan surga,” ungkap Rizal yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan para peserta rakor dan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga menekankan pentingnya sebuah sinergi dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan, menurutnya, sinergitas tidak hanya dilakukan antara Instansi Sosial Kabupaten/kota dengan Provinsi atau pun dengan Pusat dalam hal ini Kemsos RI, melainkan harus turut dilibatkan stake holder lainnya dan tentunya masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Isran Noor, yang dalam kesempatan ini diwakili Plt Asisten I, Sabani, mengatakan bahwa permasalahan sosial bukan hanya masalah yang dihadapi jajaran Dinas Sosial Kabupaten/kota se Kaltim, bahkan masalah sosial merupakan masalah yang dihadapi oleh seluruh dunia.

“Dengan ini Rakornis Kesos 2019 resmi saya buka, semoga melalui kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan atau pun program dan inovasi baru dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial yang bermuara pada kesejahteraan seluruh masyarakat Kaltim yang berdaulat,” tegas Sabani.

Di akhir acara, Walikota Balikpapan dan Plt Asisten I Setprov Kaltim secara simbolis menyematkan syal terhadap para Kadis Sosial Kabupaten/kota se Kaltim sebagai tanda dimulainya Rakornis Kesos 2019 yang dijadwalkan berlangsung tiga hari yakni 19 s/d 21 Maret 2019 yang dipusatkan di Grand Tjokro Hotel Balikpapan. (hms)

Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin 2019

SAMARINDA –Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Penanganan Fakir Miskin telah menggelar kegiatan `Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Tahun 2019` yang dilaksanakan 12 s/d 14 Maret 2019 bertempat di Hotel Pacifik, Balikpapan.

Kegiatan tersebut dibuka Plt Kadis Sosial Kaltim, Khairul Saleh, didampingi Kabid Penanganan Fakir Miskin, dan Kasi Penanganan Fakir Miskin Perdesaan, Salawati, pada Rabu (13/3) pagi dilanjutkan dengan penyampaian materi dari para nara sumber yakni Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Jauhar Effendi, Kabid Penanganan Fakir Miskin, Hertati, serta Staf Penelaah Pengembangan Usaha Bidang Koperasi, Produksi dan Pembiayaan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, Hera Nuraini.

“Sesuai ketentuan yang ada saat ini, para penerima bantuan wajib masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT), karena apabila ada penerima bantuan ternyata belum masuk BDT, maka hal itu akan menjadi masalah dikemudian hari saat pelaksanaan audit keuangan baik oleh Irjen Kemsos RI maupun BPK RI, sehingga diharapkan data BDT bisa diupdate secara berkala yakni setahun dua kali sesuai dengan petunjuk Kemsos RI,” papar Khairul Saleh saat membuka kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kabid Penanganan FM, Hertati, juga mengatakan, bahwa salah satu obyek yang menjadi temuan dalam audit BPK maupun Irjen Kemsos RI  disebutkan bahwa jika terjadi penerima bantuan belum masuk BDT maka hal itu disebut sebagai penyaluran bantuan salah sasaran, sehingga hal itu kedepannya harus menjadi perhatian bersama antara Provinsi dan Kabupaten/kota sehingga tidak terulang lagi menjadi sebuah temuan.

Dalam paparannya, Jauhar Effendi, menyampaikan materi dengan tema `Memberdayakan Fakir Miskin`, dalam kesempatan tersebut Jauhar mengatakan, bahwa ada keterkaitan anara program dana desa dengan program-program Dinas Sosial dalam hal penanganan kemiskinan, sehingga pihaknya berpendapat bahwa dana desa bisa dijadikan alat bantu dalam program-program penanganan fakir miskin khususnya di Kaltim.

Sementara itu, Hera Nuraini, dalam paparannya lebih banyak menyampaikan motivasi-motivasi khususnya bagi para pendamping sosial dengan harapkan mereka semakin termotivasi dan memiliki inovasi-inovasi dalam melakukan pendampingan sosial terhadap fakir miskin dalam pelaksanaan program-program penanganan fakir miskin.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 60 peserta terdiri dari perwakilan Instansi Sosial Kabupaten/kota se Kaltim, serta para Pendamping Sosial.

Kegiatan yang dikemas melalui metode penyampaian materi dan diskusi tanya jawab tersebut secara resmi ditutup Kabid Penanganan Fakir Miskin, Hertati, pada Rabu (13/3) sore, dengan menghasilkan 10 kesepakatan penanganan program kemiskinan yang ditandatangani bersama perwakilan 10 Kabupaten/kota se Kaltim dan akan dilaksanakan di tahun 2019 ini. (hms)

Acara Pembukaan dan Welcome Dinner Rakornis Kesos 2019 di Kantor Walikota Balikpapan

SAMARINDA -Acara Pembukaan dan Welcome Dinner kegiatan Rapat Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Tahun 2019 dipastikan akan dilangsungkan di Ruang Pertemuan Kantor Walikota Balikpapan pada tanggal 19 Maret (Selasa Malam) mendatang.

Sekretaris Dinas Sosial Kaltim, HM.Yusuf, M.Si, mengatakan, kepastian perihal acara Pembukaan dan Welcome Dinner Rakornis Kesos 2019 tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Dinas Sosial Kaltim dengan Dinas Sosial Kota Balikpapan, setelah sebelumnya sempat terjadi tarik ulur terkait agenda pembukaan Rakornis Kesos yang awalnya juga sempat diwacanakan dilangsungkan di Grand Tjokro Hotel.

“Jadi sudah bisa dipastikan, acara pembukaan dan welcome dinner Rakornis nantinya dilaksanakan di ruang pertemuan Walikota Balikpapan, pada hari Selasa malam (19 Maret ), sedangkan untuk rangkaian kegiatan Rakornis lainnya akan dipusatkan di Grand Tjokro Hotel,” tegas Yusuf.

Pihaknya mengungkapkan, hingga saat ini persiapan terus dilakukan sebaik-baiknya demi suksesnya seluruh rangkaian kegiatan Rakornis Kesos 2019 nanti. (hms)

12 s/d 14 Maret, Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Pedesaan 2019

SAMARINDA –Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Penanganan Fakir Miskin dalam hal ini Seksi Penanganan Fakir Miskin Pedesaan akan menggelar kegiatan `Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Pedesaan` yang dijadwalkan berlangsung tanggal 12 s/d 14 Maret 2019 bertempat di Hotel Pacifik, Balikpapan.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan daerah pedesaan yang menjadi program Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pedesaan Kementerian Sosial RI.

Selain nara sumber dari Dinas Sosial Provinsi Kaltim, kegiatan yang akan melibatkan peserta perwakilan dari Instansi Sosial Kabupaten/kota serta para Pendamping Sosial tersebut nantinya juga akan menghadirkan nara sumber dari Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pedesaan Kemensos RI. (hms)

Kegiatan Rakornis Kesos 2019 Dipusatkan di Grand Tjokro Hotel

SAMARINDA –Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) dan Sinkronisasi Program Kesejahteraan Sosial Tahun 2019 yang dijadwalkan berlangsung 19 s/d 21 Maret 2019 nanti untuk acara pembukaan kegiatan yang sebelumnya direncanakan dilangsungkan di ruang pertemuan kantor Walikota Balikpapan dipastikan akan dilaksanakan di Grand Tjokro Hotel, Balikpapan.

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, HM. Yusuf, M.Si, mengatakan, agenda tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Dinas Sosial Provinsi Kaltim dengan Dinas Sosial Kota Balikpapan.

“Bisa diinformasikan, untuk kegiatan Rakornis nanti, acara pembukaan yang awalnya akan dilaksanakan di ruang pertemuan kantor Walikota Balikpapan, akan tetap dilangsungkan tanggal 19 Maret (malam hari) , namun acara dilaksanakan di Grand Tjokro Hotel, dalam arti seluruh rangkaian kegiatan rakornis akan dilangsungkan dan dipusatkan di satu lokasi yakni di Grand Tjokro Hotel,” kata Yusuf.

Terkait dengan agenda Rakornis Kesos 2019 tersebut, Dinas Sosial Provinsi Kaltim telah menyurat kepada Gubernur Kaltim yang diharapkan dapat hadir guna memberikan pengarahan sekaligus membuka kegiatan yang menjadi agenda tahunan Instansi Sosial di Kaltim tersebut.

Sebagai informasi, kegiatan Rakornis Kesos 2019 yang akan mengambil tema `Sinergitas Program Pembangunan Kesejahteraan Sosial untuk Mewujudkan Kalimantan Timur Berdaulat` akan melibatkan peserta dari berbagai unsur, meliputi, Dinas Sosial Kabupaten/kota se Kaltim, Bappeda Provinsi dan Kabupaten/kota se Kaltim, Biro Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, Lembaga/Orsos mitra kerja Dinas Sosial Kaltim (TKSK, PPDI, LK2S, Karang Taruna, PSM dan Forum CSR). (hms)

ASN Wajib Netral di Pileg dan Pilpres

ASN Wajib Netral di Pileg dan Pilpres

SAMARINDA –Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Sosial Kaltim wajib netral dalam Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Sekretaris Dinas Sosial Kaltim, HM.Yusuf, SE, M.Si, menekankan, keharusan menjaga netralitas bagi ASN tersebut telah disampaikan dalam `Sosialisasi Netralitas ASN dalam Pemilu` yang digelar BKD Kaltim dengan mendatangkan nara sumber dari Kementerian PAN dan RB baru-baru ini di Balikpapan.

“Tugas dan tanggungjawab ASN dalam Pemilu baik itu Pilpres maupun Pileg 2019 hanya sebatas menggunakan hak pilih di bilik suara pada hari H Pemungutan Suara 17 April 2019 mendatang, jadi tidak dibenarkan bagi ASN terlibat politik praktis atau pun dukung mendukung secara langsung dalam keterkaitannya dengan Pilpres maupun Pileg,” tegas Yusuf saat memimpin apel pagi pegawai, Senin (4/3) pagi.

Menurutnya, bagi ASN yang terbukti melanggar ketentuan tersebut maka kepada yang bersangkutan akan dikenakan sanksi disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sekali lagi diharapkan agar ASN khususnya di lingkungan Dinas Sosial Kaltim agar hanya terlibat dalam Pileg dan Pilpres di TPS yakni hanya pada saat menggunakan hak pilih di bilik suara tanggal 17 April 2019 nanti,” jelasnya. (hms)