Praktek Keterampilan Pemantapan Pengembangan Usaha Bagi Korban Napza

SAMARINDA -Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial dalam hal ini Seksi Rehabilitasi Tuna Susila, Napza, dan KTK-KPO, Kamis (27/9) pagi menggelar kegiatan Praktek Keterampilan Pemantapan Pengembangan Usaha Bagi Korban Napza Program Pemberdayaan Eks Penyandang Penyakit Sosial.

Kegiatan yang melibatkan 5 orang peserta keseluruhannya merupakan eks korban napza tersebut dilaksanakan di sebuah Salon Kecantikan yang berada di lantai II pusat perbelanjaan Plaza Mulia Samarinda, di Jl Bhayangkara .

Bertindak sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Samarinda, dan Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Susila, Napza, dan KTK-KPO Dinas Sosial Provinsi Kaltim, Sapran AKS.

“Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Sosial Provinsi, Dinas Kesejahteraan Sosial dan yayasan Laras, jumlah peserta 5 orang, yakni 1 orang pelatihan salon, 2 orang pelatihan servis HP, 1 orang pelatihan perbengkelan dan 1 orang pelatihan menjahit, pembukaan kegiatan secara simbolis dilakukan di Nalita Salon PM Samarinda, harapan kami tentunya melalui kegiatan ini nantinya para peserta kegiatan dapat memiliki skill yang benar-benar mumpuni sehingga kedepannya dapat digunakan sebagai profesi yang menghasilkan guna memenuhi kebutuhan hidup mereka,” papar Sapran. (hms)

 

Rakor PKH Kaltim Tahun 2018 Lahirkan 11 Kesepakatan

SAMARINDA -Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2018 yang berlangsung 23 s/d 25 September 2018 di Aston Hotel Samarinda menghasilkan 11 kesepakatan yang ditandatangani bersama perwakilan peserta Rakor dari Instansi  Sosial dan Instansi terkait lain di Kabupaten/kota se Kaltim.

Berikut ini 11 Kesepakatan Rakor PKH Kaltim Tahun 2018 :

  1. Dinas Sosial dan Bappeda bersama-sama agar daerah provinsi dan kabupaten/kota mengalokasikan dana sharing APBD untuk PKH minimal 5% dari dana bantuan sosial PKH yang diterima oleh daerah dan untuk memperkuat komitmen daerah dalam mendukung PKH maka perlu dibuat perjanjian kerja sama/memorandum of understanding antara Pemerintah Daerah dengan Kementerian Sosial.
  2. Penguatan fungsi dan peran Tim Koordinasi Teknis PKH Kabupaten/kota dalam mengawal kelancaran pelaksanaan PKH.
  3. Dinas Sosial Kabupaten/Kota bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/kota dan BPJS Kesehatan memfasilitasi JKN KIS bagi seluruh anggota keluarga PKH serta Dinas Sosial Kabupaten/Kota bersama Dinas Pendidikan Kabupaten/kota dan Kantor Kementerian Agama memfasilitasi KIP bagi anak peserta PKH.
  4. Dinas Sosial Kabupaten/kota sepakat dengan Himbara dalam hal rekonsiliasi data penyaluran bantuan sosial PKH setiap tahap dan memastikan penyaluran Bansos tepat waktu.
  5. Mempercepat penyelesaian kasus saldo noldan KPM dengan kriteria tertentu: meninggal dunia, beda nama, TKI dan tidak punya dokumen kependudukan yang belum tersalurkan oleh Kementerian Sosial RI dan Himbara Pusat.
  6. Dalamrangka peningkatan SDM Pelaksana PKH Dinas Sosial Kabupaten/kota melaksanakan peningkatan kapasitas SDM PKH secara berkala dengan dana yang bersumber dari Dana Sharing APBD.
  7. Jika terjadi kekurangan SDM PelaksanaPKH, maka Dinas Sosial Kabupaten/kota mengusulkanmelaluiDinasSosialProvinsi penambahan/penggantian SDM PKH kepada Kementerian Sosial, agar dapat dilaksanakan rekrutmen.
  8. Dinas Sosial Kabupaten/kota harus menindak tegas SDM Pelaksana PKH yang melanggar Tata Tertib dan Disiplin Kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  9. Pemerintah Daerah Provinsi/kabupaten/kota memberikan reward/penghargaan bagi SDM Pelaksana PKH yang berprestasi.
  10. Terkait permintaan pemutakhiran data komplementaritas diharapkan Dinas Sosial Provinsi membuat MOU dengan Disdukcapil terkait permintaan data administrasi kependudukan.
  11. Untuk data ASLUTdan ASPDB peralihan dari REHSOS sebaiknya ada surat pemberitahuan kepada Kab/kota agar pemutakhiran data dilakukan oleh pendamping ASLUT dan ASPDB. (hms)

 

 

 

 

Tahun Ini, Peserta PKH di Kaltim Capai 65.419 KPM

SAMARINDA –Hingga saat ini jumlah peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 65.419 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Angka tersebut diungkapkan saat berlangsungnya Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan Provinsi Kaltim Tahun 2018 yang berlangsung di Aston Hotel Samarinda, 23 s/d 25 September 2018 yang dibuka oleh Pj Sekda Provinsi Kaltim, Hj. Meilana, Minggu (23/9) malam.

Selain jumlah peserta PKH, dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan bahwa jumlah SDM pelaksana PKH di Kaltim terdiri dari 2 orang Korwil, 8 orang Koordinator Kabupaten/kota, 3 orang Administrator Pangkalan Data tingkat Provinsi, 18 orang Administrator Pangkalan Data Kabupaten/kota, 374 orang Pendamping Sosial dan 3 orang Asisten Pendamping Sosial.

“Melalui Rakor PKH Kaltim Tahun 2018 ini diharapkan dapat meminimalisir permasalahan yang timbul di masing-masing Kabupaten/kota dan melahirkan sebuah kesepakatan bersama demi peningkatan pelaksanaan PKH di Kaltim,” pliana dalam sambutannya.

Lebih lanjut Meliana mengatakan bahwa dibandingkan dengan progm-program pengentasan kemiskinan lainnya, PKH memiliki keunggulan tersendiri karena memiliki database yang sangat lengkap, hal itu dikarenakan tingginya peran aktif dari pendamping sosial dan administrator database (operator) PKH yang terus melaksanakan verifikasi dan validasi data setiap saat yang dilaporkan secara berjenjang hingga Kementerian Sosial RI.

Acara pembukaan Rakor PKH Kaltim Tahun 2018 tersebut dihadiri Plt Kadis Sosial Kaltim Drs.H. Khairul Saleh, M.Si, Kabid Linjamsos, Drs. H. Ahmadin, M.Si, serta para pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Dinas Sosial Kaltim. (hms)

23 s/d 25 September, Rakor PKH Provinsi Kaltim Tahun 2018

SAMARINDA –Dinas Sosial Provinsi Kaltim melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) dalam hal ini Seksi Jaminan Sosial Keluarga, akan menggelar kegiatan `Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Kaltim Tahun 2018` yang menurut rencana akan dilangsungkan pada tanggal 23 s/d 25 September 2018 bertempat di Aston Hotel Samarinda.

Kegiatan yang merupakan agenda tahunan Instansi Sosial di Kaltim tersebut nantinya akan mengangkat tema Membangun Sinergitas Antar Program Sosial Dalam Mempercepat Kemandirian Peserta PKH`melibatkan peserta Instansi Sosial Kabupaten/kota se Kaltim, Bappeda Kabupaten/kota, Koordinator PKH Kabupaten/kota, himbara serta Koordinasi Provinsi Kaltim.

Adapun untuk nara sumber, terdiri dari Kemensos RI, Dinas Sosial Kaltim, Sekda Prov. Kaltim serta dari Bappeda Kaltim.

Untuk acara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu (23/9) malam bertempat di Aston Hotel Samarinda. (hms)

Resmi Mundur, Awang Faroek Kembalikan Rujab dan Mobdin

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyerahkan kembali aset Pemprov Kaltim tepat di hari terakhirnya bertugas, Rabu  kemarin (19/9).  Aset yang diserahkan berupa rumah jabatan  dan lima unit kendaraan dinas.

Sejumlah aset itu diserahkan Gubernur Awang Faroek Ishak kepada Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana. Kendaraan dinas itu selanjutnya akan digunakan oleh Penjabat (Pj) Gubernur  Kaltim Restuardy Daud yang akan dilantik pada 22 September mendatang. Rumah dinas gubernur di Kompleks Lamin Etam juga akan ditempati Pj Gubernur Restuardy Daud.

“Secara resmi saya menyerahkan kembali rumah dinas dan kendaraan dinas gubernur dan wakil gubenur kepada Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana,” kata Awang Faroek di Lamin Etam.

Kendaraan tersebut nantinya juga akan menjadi kendaraan dinas gubernur terpilih Isran Noor dan wakil gubenur Hadi Mulyadi. Penyerahan aset kemarin juga disaksikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim H Fathul Halim, Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim Sayid Adiyat dan Plt Biro Humas Hj Riawati dan puluhan staf Kantor Gubernur.

Inventarisasi dan pendataan barang sudah dilakukan. Awang menyebut tak satupun barang pribadi yang tertinggal. Demikian juga tidak ada satupun barang milik pemprov yang terangkut keluar, termasuk kendaraan dinas. “Saya datang membawa koper, pulangpun membawa koper. Ini harus kita lakukan demi tertib administrasi pemerintahan,” pesan Awang Faroek.

Serah terima aset pemprov dilakukan sekira pukul 13.00 Wita. Acara dirangkai dengan penandatangan berita acara serah terima dari Gubenur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak kepada  Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana.

Adapun aset yang diserahkan yaitu rumah jabatan di Kompleks Lamin Etam dan kendaraan dinas gubernur berupa satu unit Lexus LX570 KT.1715 MZ, satu unit Toyota Camry KT.1369 MZ serta satu unit Toyota Alfard/V3,5V A/T KT 1752 BZ. Pada saat yang sama juga diserahkan dua unit  kendaraan dinas wakil gubernur yaitu LC KT.1748 MH dan Toyota Camry KT.1045 MZ. (hms)

UPTD PSPAD Guyur Bonus 3 `Atlet` Tarik Tambang

SAMARINDA –UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma (PSPAD) Samarinda memberikan apresiasi dalam bentuk bonus sejumlah uang tunai kepada tiga pegawainya masing-masing Petrus, Sulistyowati dan Masdiati yang turut mempersembehkan gelar juara bagi Dinas Sosiak Kaltim khususnya tim putri dalam ajang Porprov Korpri Kaltim Tahun 2018.

Acara pemberian bonus bagi tiga pegawai tersebut diserahkan oleh Kepala UPTD PSPAD Samarinda, Farida MN didampingi Kasi TU, Fuad, yang juga bertindak sebagai manajer tim tarik tambang putra dan putri Dinas Sosial Kaltim bersamaan dengan pelaksanaan apel pagi pegawai di lingkungan UPTD PSPAD, Sabtu (15/9) pagi, atau hanya selang sehari setelah pelaksanaan lomba Tarik Tambang Porprov Korpri Kaltim yang berlangsung Jumat (14/9) di halaman Kantor Gubernur Jl Gajah Mada Nomor 2 Samarinda.

“Ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan khususnya dari UPTD PSPAD kepada tiga pegawai kami yang turut memperkuat tim tarik tambang putra dan putrid Dinas Sosial, meski hanya tim putri yang mempersembahkan gelar juara, namun perjuangan tim putra juga pantas diapresiasi. Jangan dilihat besar atau kecilnya bonus yang kami berikan, namun ini merupakan bentuk ucapan terimakasih kami bagi para pegawai yang telah berjuang membawa nama institusi,” kata Fuad yang juga bertindak sebagai manajer tim tarik tambang putra dan putri Dinas Sosial Kaltim.

Pihaknya berharap, kedepannya prestasi tersebut dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan demi mengharumkan nama Dinas Sosial Kaltim.

Skuad Tim Tarik Tambang Dinas Sosial Kaltim

Putra :

  1. Asep Dodi Setiawan (Dinas)
  2. Hamdi (Dinas)
  3. Petrus (PSPAD)
  4. Ahmad Rijali (PSAH)
  5. Mustaqim (PSBR)
  6. Sunaryo (PSTW)

 

Putri :

  1. Sulistyowati (PSPAD)
  2. Indah (PSTW)
  3. Masdiati (PSPAD)
  4. Laila Puspita (Dinas)
  5. Sri Astuti (PSTW)
  6. Fenny Aprilia (Dinas)
  7. Martiana (Dinas). (hms)

Luar Biasa ! Tim Putri Dinas Sosial Juara Tarik Tambang Porprov Kaltim 2018

SAMARINDA – Tim Putri Dinas Sosial Kaltim berhasil merebut gelar juara dalam perlombaan Tarik Tambang Porprov Korpri Kaltim Tahun 2018 yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Jl Gajah Mada Nomor 2, Samarinda, Jumat (14/9) pagi.

Dalam partai final, Tim Putri Dinas Sosial Kaltim yang diperkuat Sulistyowati (PSPAD), Indah (PSTW), Masdiati (PSPAD), Laila Puspita (Dinas), Sri Astuti (PSTW), Fenny Aprilia (Dinas), dan Martiana (Dinas), secara perkasa berhasil menumbangkan tim kuat yakni Dispora Kaltim dengan skor 2 : 1.

Tim Putri Dinas Sosial yang didukung penuh suporter fanatiknya sempat kalah di ronde pertama, namun di ronde kedua mereka berhasil merebut kemenangan, sehingga memaksa perlombaan memasuki ronde ketiga, yang mana di ronde penentuan tersebut Fenny dkk secara dramatis berhasil memutar balikkan prediksi banyak pihak yang lebih mengunggulkan tim putri Dispora Kaltim, sekaligus merebut gelar juara I untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Sebagai informasi, tahun 2017 lalu tim putri Dinas Sosial merebut juara III dalam perlombaan yang sama.

Sontak kemenangan tim putri Dinas Sosial tersebut disambut gegap gempita para suporter yang sejak pagi telah memadati halaman kantor Gubernur Kaltim tersebut.

“Alhamdulilah, ada kepuasan tersendiri karena di final kami bisa mengalahkan Dispora, karena dalam pertemuan sebelumnya kami selalu kalah,” ucap Indah, salah satu personil tim tarik tambang putri Dinas Sosial Kaltim sesaat seusai laga.

Sementara itu tim putra yang diperkuat Asep Dody Setiawan (Dinas), Hamdi (Dinas), Petrus (PSPAD), Imran (PSPAD), Ahmad Rijali (PSAH), Mustaqim (PSBR), dan Sunaryo (PSTW) harus tersingkir di babak 8 besar setelah dikalahkan tim kuat Satpol PP yang akhirnya menjadi juara. (hms)

Porprov Kaltim 2018, Dinas Sosial Siap Tempur

SAMARINDA –Dinas Sosial Provinsi Kaltim dipastikan ambil bagian dalam Porprov Kaltim yang diselenggarakan Sekretariat Korpri Kaltim pada tanggal 8 s/d 12 Oktober 2018 mendatang.

Dinas Sosial memastikan akan mengikuti tiga Cabang Olahraga (Cabor) yakni Tarik Tambang (putra & putrid), Tenis Meja (putra) dan Futsal (putra).

Untuk dua cabor yakni Tarik Tambang dan Tenis Meja Dinas Sosial secara resmi telah merilis skuad yang akan diturunkan, sementara itu untuk satu cabor lainnya yakni futsal, hingga saat ini masih dalam tahap seleksi.

Skuad Tim Tarik Tambang

Putra :

  1. Asep Dodi Setiawan (Dinas)
  2. Hamdi (Dinas)
  3. Petrus (PSPAD)
  4. Imran (PSPAD)
  5. Jali (PSAH)
  6. Mustaqim (PSBR)
  7. Sunaryo (PSTW)

Putri :

  1. Sulistyowati (PSPAD)
  2. Indah (PSTW)
  3. Masdiati (PSPAD)
  4. Laila Puspita (Dinas)
  5. Sri Astuti (PSTW)
  6. Fenny Aprilia (Dinas)
  7. Martiana (Dinas)

 

Skuad Tenis Meja :

  1. H. Fuad (PSPAD)
  2. Lamara (Dinas)
  3. Abdul Aziz (Dinas)
  4. Andi Susanto (PSPAD). (hms)

Bulan Agustus 2018, Realisasi Keuangan 63, 24 %

SAMARINDA –Capaian realisasi keuangan dan realisasi fisik yang dicapai Dinas Sosial Provinsi Kaltim per tanggal 31 Agustus Tahun 2018 dipastikan melampaui target atau perencanaan awal.

Berdasarkan data Kurva S TEPPA APBD Kaltim untuk OPD Dinas Sosial diketahui bahwa capaian realisasi keuangan Dinas Sosial Kaltim sebesar 63, 24 persen, jauh melampaui target yang dibebankan yang hanya 49 persen.

Capaian senada juga berhasil dicatatkan untuk realisasi fisik, yang mana dari target yang dibebankan yakni sebesar 61 persen, capaian yang berhasil dicatatkan Dinas Sosial mencapai 64, 44 persen.

Meski telah memiliki capaian realisasi yang cukup signifikan, namun Sekretaris Dinas Sosial Kaltim, HM. Yusuf, M.Si, tetap menekankan kepada seluruh unit kerja di lingkungan Instansi Sosial di Kaltim itu untuk terus meningkatkan kinerja, sehingga diharapkan di akhir tahun anggaran nanti capaian realisasi keuangan maupun fisik Dinas Sosial bisa semaksimal mungkin, dalam arti lain seluruh perencanaan awal terkait program kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.

Sebagai informasi, untuk  bulan Juli lalu capaian realisasi keuangan Dinas Sosial juga cukup signifikan, yakni dari target yang dibebankan sebesar 41 persen, realisasi yang dicapai sebesar 56, 63 persen. Demikian hal nya dengan realisasi fisik, Dinas Sosial berhasil mencapai 57, 80 persen, dari target yang dibebankan sebesar 56 persen. (hms)

Pemprov Kaltim Kaltim Salurkan Dana Kemanusiaan Rp2,5 M ke Lombok

SAMARINDA – Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana mengatakan Pemprov Kaltim  melalui alokasi dana tidak terduga tahun anggaran 2018 akan memberikan bantuan dana kemanusiaan sebesar Rp2,5 miliar kepada Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bantuan dana kemanusiaan untuk membantu korban bencana gempa bumi di NTB ini sejalan dengan Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Nomor 007/613/SJ tanggal 20 Agustus 2018 perihal bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka penanganan  masyarakat  terdampak bencana.

“Bantuan ini juga diinisiasi oleh Gubernur Awang Faroek tentunya. Karena sejak awal beliau sudah mengimbau agar masyarakat Kaltim peduli terhadap para korban gempa di NTB ini,” kata Meiliana usai memimpin rapat  bersama pihak perbankan di Kaltim dalam pembahasan pemberian bantuan bencana alam dari Pemprov Kaltim kepada Pemprov NTB di ruang Rapat  Pj Sekprov Kaltim, Selasa (4/9).

Pemprov Kaltim, lanjut Meiliana  melalui alokasi dana tidak terduga tahun anggaran 2018 akan memberikan bantuan dana sebesar Rp2,5 miliar. Jumlah itu diharapkan bisa bertambah, sebelum diserahkan  langsung oleh Gubernur Kaltim  H Awang Faroek Ishak kepada Gubernur NTB dalam waktu dekat ini.

Ditambahkan, untuk menambah bantuan dana tersebut gubernur telah mengintruksikan  untuk mengumpulkan pihak perbankan  dalam upaya penggalangan dana, sehingga dana yang nantinya diserahkan bisa lebih besar lagi jumlahnya.

“Kita harapkan  ada partisipasi dan kepedulian dari seluruh perbankan yang ada di Kaltim untuk membantu saudara kita yang telah dilanda musibah gempa bumi di Lombok NTB beberapa waktu lalu,” seru Meiliana.

Untuk mengoleksi bantuan dana dari bank-bank  yang ada, Meiliana  meminta kepada Bank Indonesia untuk menghimpun bantuan dari masing-masing bank, termasuk Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim diminta menggalang bantuan dana dari berbagai pihak.

Setelah rapat ini, diharapkan pihak BI segera melakukan komunikasi dan koordinasi kepada bank-bank di Kaltim. Seluruh bantuan nanti akan disatukan dan akan diserahkan langsung oleh Gubernur Awang Faroek. “Rencana Minggu depan akan diserahkan langsung oleh gubernur,” ungkap Meiliana. (hms)