Pembukaan Pelatihan Keterampilan Angkatan II Tahun 2018

SAMARINDA –Kadis Sosial Kaltim, Dr. Ir. H. Budi Pranowo, MM, secara simbolis membuka kegiatan `Pelatihan Keterampilan dan Bimbingan Mental Angkatan II Tahun 2018` di UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia.

Acara pembukaan `Pelatihan Keterampilan dan Bimbingan Mental Angkatan II Tahun 2018` tersebut dilangsungkan bersamaan dengan pelaksanaan apel pagi pegawai, di halaman kantor Dinas Sosial Kaltim, Jl Basuki Rahmat Nomor 76 Samarinda, Senin (30/7) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Pranowo secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta pelatihan yang keseluruhannya berjumlah 30 orang dari kalangan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE), perwakilan dari 10 Kabupaten/kota se Kaltim.

Kegiatan `Pelatihan Keterampilan dan Bimbingan Mental Angkatan II Tahun 2018` akan berlangsung selama 3 bulan ke depan atau selama 130 jam.

Sama seperti pelatihan-pelatihan sebelumnya, dalam pelatihan kali ini nantinya para peserta akan diberikan pelatihan menjahit, tata boga, tata rias, hingga kerajinan tangan.

Dan selama menjalani pelatihan seluruh keperluan para peserta sepenuhnya ditanggung pihak panti yang pendanaannya bersumber pada APBD Kaltim Tahun 2018, yakni meliputi makan dan minum, tempat tinggal hingga keperluan penunjang lainnya.

Sebagai informasi, kegiatan pelatihan keterampilan dan bimbingan mental merupakan program tahunan di UPTD PSKW Harapan Mulia, yang mana tiap tahunnya para peserta terbagi dalam dua angkatan. (hms)

Kadis Sosial Kaltim Purna Tugas

SAMARINDA– Setelah menjalankan masa pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama kurang lebih 32 tahun, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Budi Pranowo, MM, akan memasuki masa purna tugas sebagai ASN Terhitung Mulai Tugas (TMT) 1 Agustus 2018 nanti.

Dibandingkan para pendahulunya, Budi Pranowo tercatat sebagai Kadis Sosial dengan masa jabatan tersingkat yakni hanya sekitar 10 bulan, terhitung mulai tanggal 3 Oktober 2017 s/d 31 Juli 2018.

Meski relatif singkat dalam memimpin Dinas Sosial Kaltim, namun kesan mendalam sangat dirasakan oleh pria yang lahir di Tulungagung, Jawa Timur pada tanggal 4 Juli1958 lalu itu.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Budi Pranowo dalam sambutannya saat dilangsungkannya acara pelepasan sekaligus perpisahan dengan seluruh keluarga besar Dinas Sosial Kaltim, yang dilangsungkan di Aula Dinas Sosial Kaltim, Jl Basuki Rahmat Nomor 76 Samarinda, Senin (30/7) pagi.

“Meski sangat singkat, namun selama menjabat sebagai Kadis Sosial Kaltim saya memiliki kesan yang cukup mendalam, karena Dinas Sosial bersentuhan langsung dengan masyarakat miskin atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), sehingga bisa diartikan, Dinas Sosial merupakan tempat yang tepat untuk melakukan amal dan ibadah,” papar Budi Pranowo yang tercatat merampungkan gelar Sarjana Kehutanan (S1) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Pasca Sarjana (S2) jurusan Ekonomi Pemasaran di Universitas Mulawarman, serta meraih gelar Doktor (S3) jurusan Administrasi Publik di Universitas Brawijaya, Malang.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Pranowo didampingi istri cinta yakni Rr. Heri Wahyuli Ratna Jaya yang dikaruniai 4 orang putra/putri itu juga memaparkan perjalanan kariernya dari awal menjadi ASN hingga memasuki masa purna tugas yang diakhiri dengan menjabat sebagai Kadis Sosial Kaltim.

Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Kaltim yang dalam hal ini diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Drs. H. Khairul Saleh, M.Si, menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian Budi Pranowo memimpin Dinas Sosial Kaltim, meski hanya berlangsung cukup singkat yakni kurang lebih 10 bulan.

“Meski singkat, namun keberadaan dan kepemimpinan bapak (Budi Pranowo) selama 10 bulan ini telah memberi warna tersendiri bagi Dinas Sosial Kaltim sehingga sudah selayaknya menjadi teladan bagi seluruh pegawai di lingkungan Dinas Sosial Kaltim,”  ungkapnya.

Selama 10 bulan memimpin Dinas Sosial Kaltim, Budi Pranowo memiliki gaya kepemimpinan lugas dan dikenal tidak banyak bicara, yang mana gaya kepemimpinan tersebut juga telah melekat pada pria yang juga akrab disapa `Gus Bud` itu sejak menjabat sebagai Kadis Kehutanan, Kadis BPBD, Staf Ahli Gubernur, Ketua Badan Pengawas Perusda Kehutanan¸hingga saat menjabat sebagai Tenaga Ahli Gubernur Bidang Hutan Tanaman Industri dan Pengembangan Industri Hilir Kaltim.

Berikut ini Riwayat Jabatan/Penugasan Dr. Ir. H. Budi Pranowo, MM, :

  1. Staf Pada Direktorat Jenderal Pengusahaan Hutan, Departemen Kehutanan RI, Jakarta TMT 01-11-1983
  2. Kepala Seksi Penyusunan Rencana dan Program pada Kanwil Dephut Prov. Nusa Tenggara Timur TMT 06-01-1994
  3. Kepala Seksi Eksploitasi pada Kanwil Dephut Prov. Kaltim TMT 06-10-1996
  4. Kepala Seksi Eksploitasi  pada Dinas Kehutanan Prov. Kaltim TMT 14-03-2002
  5. Kepala Bidang Pemanfaatan Hutan pada Dinas Kehutanan Prov. Kaltim TMT 28-05-2004
  6. Plt Kepala Dinas Kehutanan Prov. Kaltim TMT 01-08-2006
  7. Kepala Dinas Kehutanan Prov. Kaltim TMT 05-04-2007
  8. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Prov. Kaltim TMT 15-02-2009
  9. Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan TMT 23-05-2011
  10. Ketua Badan Pengawas Perusda Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera TMT 17-01-2013
  11. Tenaga Ahli Bidang Hutan Tanaman Industri dan Pengembangan Industri Hilir Provinsi Kaltim TMT 30-12-2016
  12. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim TMT 03-10-2017. (hms)

Rakor Pencegahan dan Penanganan Pemasungan Dalam Rangka Bebas Pasung 2019

SAMARINDA -Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial dalam hal ini Seksi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas menggelar kegiatan `Rakor Pencegahan dan Penanganan Pemasungan Dalam Rangka Bebas Pasung 2019`.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di Hotel Selyca Mulia Samarinda pada tanggal 25 s/d 27 Juli 2018 dengan melibatkan peserta dari Instansi Sosial Kabupaten/kota se Kaltim.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kadis Sosial Kaltim, Dr. Ir. H. Budi Pranowo, MM, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Drs. H. Khairul Saleh, M.Si, dan Kasi Rehabilitasi Penanganan Disabilitas, Faridah Ariyani.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Pranowo mengatakan bahwa pemasungan bisa terjadi lantaran keluarga pasien tidak mampu merawat alias kewalahan melihat tingkah anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa, yang sering keluar rumah.

“Untuk mewujudkan bebas pasung di tahun 2019, dibutuhkan kerjasama yang intensif di antara instansi terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Keluarga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lingkungan hingga pemerintah Kabupaten/kota serta Kecamatan dan Desa setempat,” tegas Budi Pranowo.

Menurutnya, peran serta lingkungan dan keluarga adalah salah satu faktor penting yang ikut menentukan proses pembebasan korban pasung. Karena apabila stigma dan perlakukan dari lingkungan maupun pihak keluarga tidak mengalami perubahan. Maka hampir dipastikan nasib para korban pasung tidak akan mengalami perkembangan yang lebih baik. (hms)

 

 

19 Agustus, Lomba Mancing Keluarga Besar Dinas Sosial Kaltim

SAMARINDA -Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke -73, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur akan menggelar `Lomba Mancing` khusus diperuntukkan bagi keluarga besar Dinas Sosial Provinsi Kaltim, kegiatan tersebut dijadwalkan dilangsungkan 19 Agustus 2018 mendatang bertempat di Kolam Pemancingan UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma (PSPAD) Samarinda, di Jl HAM Rifaddin, Samarinda Seberang.

Pendaftaran peserta akan dibuka mulai tanggal 25 Juli s/d 15 Agustus 2018, yang mana biaya pendaftaran sebesar Rp100.000/orang yang mana nantinya para peserta akan mendapatkan kaos dan makan siang.

Untuk Juara I, II dan III nantinya berhak mendapatkan Piagam, Trophy dan Uang Pembinaan dari Panitia.

Jumlah peserta dibatasi hanya untuk 50 orang dari kalangan ASN/Pensiunan, Outsourcing dan mitra Dinas Sosial Kaltim.

Bagi yang ingin mendaftarkan diri dapat langsung menghubungi Bambang (Hp 085251551666) atau Aziz (Hp 082151790176).

Untuk Technical Meeting akan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2018 di Aula Dinas Sosial Kaltim, Jl Basuki Rahmat Nomor 76 Samarinda pukul 09.00 Wita, adapun perlombaan akan dilangsungkan 19 Agustus 2018 pukul 09.00 s/d 15.00 Wita. (hms)

Silaturahim Gubernur dengan 2000 Anak Yatim Piatu dan Dhuafa

SAMARINDA -Gubernur Kaltim, Prof. Dr. Awang Faroek Ishak pada tanggal 31 Juli 2018 mendatang akan genap memasuki usia 70 tahun. Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah SWT, pada hari Senin (23/7) pagi bertempat di Lamin Etam, orang nomor satu di Kaltim itu menggelar silaturahmi dengan 2000 Anak Yatim Piatu dan Dhuafa.

Dalam acara yang dikoordinir Dinas Sosial Provinsi Kaltim tersebut, Gubernur berkesempatan langsung secara simbolis menyalurkan santunan bagi 2000 Anak Yatim Piatu dan Dhuafa, yang mana untuk masing-masing anak sebesar 200.000.

Kadis Sosial Kaltim, Dr. Ir. H. Budi Pranowo, MM, dalam sambutannya menyebutkan jenis-jenis bantuan khususnya Program Rehabilitasi Sosial Anak pada Dinas Sosial Kaltim untuk tahun 2018 baik itu yang bersumber pada APBD Kaltim maupun APBN Kementerian Sosial RI, meliputi :

  • Pemberian Tambahan Gizi Anak Balita Terlantar Sebanyak 100 Anak (APBD)
  • Pemberian Bantuan Bagi Anak Termarginalkan 100 Anak(APBD)
  • Pemberian Bantuan Tabungan Sosial Anak 50 Anak(APBN)
  • Pemberian Bantuan Tabungan Sosial Anak Bagi Anak Terlantar 795 Anak (APBN)
  • Pemberian Bantuan Tabungan Sosial Anak Bagi Anak Berkebutuhan Khusus 25 Anak (APBN)
  • Pemberian Bantuan Tabungan Sosial Anak Bagi Anak Terlantar dengan cara Cash Transfer oleh Kementerian Sosial RI untuk 225 Anak (APBN)
  • Pemberian Bantuan Tabungan Sosial Anak dengan cara cash transfer oleh Kementerian Sosial RI untuk 50 anak balita terlantar (APBN)
  • Pelayanan Anak Terlantar dalam Panti UPTD Panti Sosial Anak Harapan Samarinda 80 Anak Dalam Setahun (APBD)
  • Pelayanan Anak Terlantar Dalam Panti UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma Samarinda 80 Anak (APBD)
  • Bantuan Sosial Terencana pada 99 LKSA/Panti Asuhan Swasta milik masyarakat se Kaltim yang memberikan pelayanan kepada anak terlantar sebanyak 5.245 anak (APBD-Biro Kesra),  dan
  • Pembinaan dan Rehabilitasi Anak yang Berhadapan dengan Hukum melalui UPTD Panti Sosial Anak Bina Remaja sebanyak 84 anak (APBN/APBD).

“Selamat ulang tahun bapak Awang Faroek yang ke -70 semoga panjang umur dan selalu diberikan kesehatan, Amin Ya Robal Alamin, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi kita semua, Amin YRA,” kata Budi Pranowo di akhir sambutannya. (hms)

 

 

19 Juli, Ziarah Wisata di TMP Kesuma Bangsa

SAMARINDA -Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) dalam hal ini Seksi Pemberdayaan Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan Sosial, & Restorasi Sosial pada hari Kamis (19/7) akan menggelar kegiatan`Ziarah Wisata` yang akan dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa, di Jl Pahlawan Nomor 1 Samarinda.

Kegiatan `Ziarah Wisata` yang merupakan agenda tahunan tersebut nantinya akan diikuti para pelajar perwakilan dari SD, SMP dan SMA yang ada di Kota Tepian.

Selain acara tabur bunga, kegiatan tersebut juga akan dirangkai dengan penyampaian materi dari para nara sumber yakni seputar nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial.

Bertindak sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut menurut rencana adalah Kadis Sosial Kaltim, Dr. Ir. H. Budi Pranowo, MM, Kabid Dayasos, Ayi Hikmat, M.Si, serta Kasi Pemberdayaan Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan Sosial, & Restorasi Sosial, Abdul Khair.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa, yang diharapkan dapat terus menghargai dan melestarikan jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan. (hms)

Isran Noor-Hadi Mulyadi Menangi Pilgub Kaltim 2018

SAMARINDA – Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor-Hadi Mulyadi memenangi Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kaltim 2018 berdasarkan penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Timur.
Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Kaltim 2018 dilaksanakan KPU Kaltim di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Minggu (8/7).
Pada penghitungan resmi tersebut Isran-Hadi menempati peringkat pertama dengan perolehan 417.711 suara. Disusul pasangan cagub- cawagub Rusmadi-Safaruddin dengan 324.224 suara.
Berikutnya pasangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat dengan 302.987 suara, dan terakhir pasangan cagub-cawagub Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi dengan 228.166 suara.

Pada pleno tersebut diketahui jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya (golput) sebanyak 995.211 pemilih, atau 41,8 persen dari total keseluruhan pemilih 2.378.411.
Sedangkan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.333.090 pemilih, atau 58,2 persen. Sementara surat suara yang tidak sah sebanyak 50.110, atau 3,8 persen.
Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar mengatakan dari 995.211 golput itu, sebanyak sebanyak 256.000 lebih tidak datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) karena tidak menerima undangan (formulirC-6).
“Angka 256.000 itu temuan pengawas di lapangan se-Kaltim,” ungkapnya.

Faktor penyebab golput lainnya diprediksi karena perpindahan tempat tinggal, pemilih yang telah meninggal dunia, dan memang karena pilihan. “Meski demikian angka golput 41,8 persen tetap tinggi,” ujarnya.
Ketua KPU Kaltim, Mohammad Taufik mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih di atas 60 persen, tapi hasilnya tak berbeda jauh dengan pilkada serentak tahun 2015 lalu.
Meski demikian, Taufik mengaku tetap bersyukur karena Pilgub Kaltim berjalan dalam kondisi aman dan lancar, tidak ada insiden, baik prapemungutan suara, pemungutan suara, saat penghitungan suara disemua tingkatan.
“Kita syukuri, pilgub sudah berjalan aman dan lancar,” tegas Taufik. (cnn/hms)

 

Penutupan Pelatihan Keterampilan dan Bimbingan Mental Angkatan 1 Tahun 2018

SAMARINDA -Kegiatan `Pelatihan Keterampilan Angkatan I Tahun 2018` di UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia yang merupakan salah satu UPTD dibawah naungan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur secara resmi ditutup oleh Kadis Sosial Kaltim, Dr. Ir. H. Budi Pranowo, MM, yang dalam hal ini diwakili Kabid Pemberdayaan Sosial, Drs. Ayi Hikmat, M.Si, pada hari Senin (2/7) di Aula UPTD PSKW Harapan Mulia di Jl Mayjend D.I Panjaitan, Sungai Pinang Dalam, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda.

Sebagai informasi, kegiatan Pelatihan Keterampilan di UPTD PSKW selama ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun anggaran dengan beban pendanaan sepenuhnya berasal dari APBD Kaltim, yang mana setiap tahunnya pelatihan yang diperuntukkan bagi Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) hasil seleksi di 10 Kabupaten/kota se Kaltim tersebut dibagi dalam dua angkatan, yang mana tiap angkatan terdiri dari 40 peserta pelatihan, dengan durasi atau waktu pelaksanaan selama 4,5 bulan.

Selama mengikuti pelatihan tersebut, seluruh keperluan klien dalam hal ini peserta pelatihan keterampilan sepenuhnya ditanggung pihak panti, mulai dari keperluan makan, minum hingga tempat tinggal keseluruhannya ditanggung pihak panti dibawah binaan Dinas Sosial Kaltim.

“Diharapkan melalui kegiatan pelatihan seperti ini dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi mereka yang berada dalam pembinaan di bawah UPTD di lingkup Dinas Sosial, dan kami berharap ilmu yang mereka peroleh selama menjalani pelatihan dapat digunakan sebagai modal dalam menjalani kehidupan di masyarakat selepas dari panti tentunya dalam menghadapi persaingan dunia kerja di masyarakat yang semakin kompetitif,” ucap Ayi dalam sambutannya.

Adapun pelatihan keterampilan yang diberikan kepada para peserta meliputi pelatihan keterampilan menjahit, salon, tata boga, komputer hingga pelatihan membuat kerajinan tangan.

Setelah berakhirnya pelatihan angkatan I Tahun 2018, nantinya pihak panti akan kembali melakukan seleksi calon peserta pelatihan di seluruh Kabupaten/kota se Kaltim dengan obyek atau sasaran utama adalah WRSE, sama seperti angkatan I, pelatihan angkatan II nantinya juga akan dilangsungkan selama 4,5 bulan. (hms)

Bimbingan Pemantapan SDM Pelaksana PKH Tahun 2018

SAMARINDA -Sebanyak 252 Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari 10 Kabupaten/kota se Kaltim mengikuti kegiatan `Bimbingan Pemantapan SDM Pelaksana PKH` yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial RI dalam hal ini Direktorat Jaminan Sosial Keluarga bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 hari yakni mulai 30 Juni s/d 2 Juli 2018 bertempat di Swiss Belhotel Borneo Samarinda, bertindak sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos RI, Nur Pujianto.

Sebanyak 252 Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari 10 Kabupaten/kota se Kaltim mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari :

  • Balikpapan 15 orang
  • Samarinda 35 orang
  • Berau 19 orang
  • Bontang 11 orang
  • Kutai Barat 18 orang
  • Mahakam Ulu 2 orang
  • Kutai Kartanegara 66 orang
  • Kutai Timur 37 orang
  • Paser 32 orang
  • Penajam Paser Utara 17 orang.

Dalam sambutan selamat datang yang disampaikan Kadis Sosial Kaltim, Budi Pranowo, saat pembukaan acara tersebut, Sabtu (30/6) malam lalu mengatakan agar seluruh peserta kegiatan tersebut dapat mempelajari dan menyimak seluruh materi yang disampaikan para nara sumber.

“Sampai tahun 2018 ini jumlah peserta PKH di Kaltim sebanyak 69.839 KPM, sehingga diperlukan keterampilan khusus dari para Pendamping dan Operator sebagai pelaksana kegiatan PKH agar sistem yang telah dibuat dan direncanakan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” papar Budi Pranowo. (hms)