Gubernur : Siapapun Terpilih Harus Kita Dukung

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersyukur pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (27/6) berjalan lancar, aman dan damai.

Hal itu disampaikan Gubernur Awang Faroek Ishak usai melakukan pengamatan langsung ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Samarinda dan Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara.

Pemantauan pelaksanaan Pilgub Kaltim 2018  dilakukan Gubernur Awang Faroek bersama Ketua DPRD Kaltim H Syahrun, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP Ir H Boytenjuri dan Pj Sekprov Kaltim Hj Meiliana. Tampak  dalam rombongan Kajati Kaltim Ely Shahputra dan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan, dan tentu saja mereka didampingi Ketua KPU Kaltim M Taufik dan Ketua Bawaslu Kaltim M Saiful.

“Saya bersyukur karena Pilkada Kaltim 2018 berlangsung sukses, aman dan lancar. Sejak pagi,  bersama jajaran Forkopimda Kaltim kami telah lakukan pemantauan ke beberapa TPS dan juga melakukan teleconference dengan Desk Pilkada di 10 kabupaten dan kota, serta jajaran Kementerian Dalam Negeri. Syukur alhamdulillah semua berlangsung aman dan lancar,” kata Awang di Kantor Gubernur, Rabu sore kemarin.

Gubernur Awang Faroek Ishak dan rombongan mengawali monitoring di TPS 06 Kelurahan Jawa Samarinda Ulu. Jumlah pemilih sebanyak 204 orang. Rombongan Gubernur diterima Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi. TPS se-Samarinda ulu sebanyak 294 unit.

Rombongan kemudian lanjut ke TPS 07 dan 08 di Lapas Kelas IIA, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota. Di TPS 07 sebanyak 289 pemilih dan TPS 08 terdapat DPT 510 pemilih dan total 799 pemilih.

Peninjauan juga dilakukan ke TPS 02 Teluk Lerong Ulu. Di TPS ini terdapat DPT sebanyak 170 pemilih. Dari TPS 02 Teluk Lerong Ulu, rombongan melanjutkan monitoring ke TPS 01 Desa Bukit Raya Tenggarong Seberang. Di TPS ini terdapat DPT sebanyak 170 pemilih.

Dalam pengamatannya, meski beberapa daerah sempat diguyur hujan sejak pagi, Gubernur Awang Faroek melihat animo masyarakat untuk memilih tetap tinggi. “Mudah-mudahan partisipasi pemilih kita meningkat,” kata Awang.

Gubernur juga berpesan agar masyarakat Kaltim dapat terus menjaga kondusifitas daerah pasca pelaksanaan pemungutan suara. Masyarakat dan tim pendukung masing-masing pasangan calon diimbau agar menghormati semua tahapan Pilgub hingga penetapan hasil akhir oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim.

“Siapapun yang nanti terpilih harus kita dukung agar pembangunan bisa terus dilanjutkan dan rakyat makin sejahtera. Pesan saya, pasangan calon dan timses yang menang tidak jumawa dan yang kalah tidak putus asa. Mari kembali bersatu untuk Kaltim yang kita cintai bersama,” ucap Awang.

Hingga sore kemarin berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan calon nomor urut 3 Isran-Hadi masih unggul. Sedangkan rekapitulasi hasil penghitungan suara resmi KPU akan dilakukan pada  28 Juni hingga 9 Juli mendatang. (hms)

2019, Bantuan PKH Naik jadi Rp3,5 Juta

JAKARTA– Menteri Sosial Idrus Marham menyatakan bahwa pemerintah akan menaikkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2019 mendatang. Jika tahun ini bantuan hanya sebesar Rp1,89 juta per keluarga per tahun, pada tahun depan bantuan akan dinaikkan menjadi Rp2 juta per keluarga per tahun.

Bahkan, kenaikan bisa maksimal sampai dengan Rp3,5 juta per keluarga per tahun.

“Tidak hanya dalam bentuk PKH saja, akan ada bantuan sosial dan subsidi juga dari kementerian lain untuk masyarakat agar pengentasan kemiskinan bisa cepat dilakukan,” katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan Minggu (25/6).
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan selain bantuan PKH untuk membantu keluarga miskin keluar dari kemiskinan, pemerintah juga akan memberikan bantuan tenda atau gerobak.

Dengan bantuan tersebut, dia berharap keluarga penerima manfaat bisa membuka usaha untuk memperbaiki tingkat pendapatan mereka.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (PS), angka kemiskinan di Indonesia sampai dengan September 2017 masih mencapai 26,58 juta jiwa atau 10,12 persen dari total penduduk.

Untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut, tahun ini pemerintah telah menaikkan jumlah keluarga penerima bantuan PKH menjadi 10 juta keluarga.

Jumlah tersebut bertambah 4 juta dibandingkan jumlah penerima pada tahun lalu yang hanya sebanyak 6 juta keluarga penerima manfaat. (cnn)

Pilkada Serentak, 27 Juni Libur Nasional

SAMARINDA – Pemerintah akhirnya menetapkan hari H Pilkada Serentak yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota, 27 Juni 2018 sebagai hari libur nasional.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018 sebagai Hari Libur Nasional. Keppres tersebut tertanggal 25 Juni 2018.

Menyusul keluarnya Keppres tersebut, Pemprov Kaltim segera menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100/K.300/2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Timur sebagai Hari Libur.

“Pemerintah sudah memutuskan bahwa Rabu, 27 Juni 2018 menjadi hari libur nasional. Ruang ini diberikan agar masyarakat yang memiliki hak pilih bisa menggunakan hak pilih mereka dengan datang ke tempat-tempat pemungutan suara,” kata Gubernur Awang Faroek, Senin (25/6).

Keputusan ini pun sudah diteruskan ke kabupaten dan kota dengan tujuan agar penetapan libur nasional juga diberlakukan ke semua tingkatan pemerintahan di daerah. Harapannya, semua pegawai pemerintah, baik ASN dan non ASN tersedia waktu yang cukup untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan melakukan pencoblosan.

Gubernur Awang Faroek juga mengimbau agar kantor-kantor BUMN, BUMD dan perusahaan swasta juga meliburkan karyawan mereka untuk menggunakan hak pilih mereka. “Pemerintah sudah menetapkan Rabu 27 Juni 2018 sebagai hari libur nasional. Karena itu tidak ada alasan bagi para pekerja atau karyawan perusahaan untuk tidak menggunakan hak suara mereka,” tegas Awang.

Pemilihan umum merupakan hak konstitusi setiap warga negara, termasuk hak untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota. “Perusahaan dan kegiatan usaha lainnya wajib meliburkan pekerja pada hari pencoblosan nanti,” tegas Awang lagi.

Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Menggunakan hak pilih berarti masyarakat telah ikut menentukan pemimpin daerah 5 tahun ke depan. Masyarakat harus ikut andil menyiapkan masa depan daerah dengan memilih calon pemimpin terbaik sesuai pilihan hati nurani masing-masing.

“Biaya Pilkada kita mencapai Rp 410 miliar. Bukan angka yang kecil. Sementara daftar pemilih tetap kita mencapai 2.330.156 orang. Bisa diasumsikan satu suara pemilih itu berharga Rp176 ribu. Semakin besar golput, maka semakin besar pula uang terbuang karena hak suara tidak digunakan,” kata Awang seraya mengkalkulasi. (hms)

Hari Pertama Masuk Kerja, Tingkat Kehadiran Pegawai 98 %

SAMARINDA -Hari ini (Kamis, 21/6) merupakan hari pertama masuk kerja bagi ASN pasca cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 H, yang mana seluruh pegawai diwajibkan untuk hadir menjalankan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara sebagaimana tertuang dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Reformasi Birokrasi Nomor B/18/M.SM.00.01/2018 tanggal 7 Juni 2018, tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Berdasarkan hasil rekap absen yang dilakukan di lingkungan Dinas Sosial Kaltim, diketahui bahwa tingkat kehadiran pegawai pada hari pertama masuk kerja pasca cuti bersama lebaran tahun ini sebesar 98 persen.

Sebagai informasi, terkait monitoring dan evaluasi terhadap kehadiran aparatur negara setelah pelaksanaan cuti bersama, Asman sudah melayangkan surat Nomor: B/18/M.SM.00.01/2018 tanggal 7 Juni 2018, tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Surat itu ditujukan kepada para Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala LPNK, pemimpin Kesekretariatan Lembaga Negara, pemimpin Kesekretariatan lembaga non-struktural, para gubernur, serta para bupati/wali kota.

Dalam surat tersebut, seluruh instansi pemerintah diminta untuk memantau kehadiran aparatur negara sesudah cuti bersama, yaitu pada 21 Juni 2018 dan melaporkan hasilnya kepada Menteri PANRB pada hari yang sama. Laporan dimaksud dapat disampaikan secara daring melalui aplikasisidina.menpan.go.id.‎

Hal ini dalam rangka penegakan disiplin aparatur negara dan optimalisasi pelayanan publik setelah pelaksanaan cuti bersama Idul Fitri 1439 H. (hms)

Halalbihalal Keluarga Besar Dinas Sosial Kaltim

SAMARINDA -Hari pertama masuk kerja (Kamis, 21/6)  pasca cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1949 H ditandai dengan apel gabungan seluruh ASN dan pegawai Outsourcing di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Kaltim, sekaligus dirangkai dengan kegiatan halalbihalal seluruh keluarga besar Instansi Sosial di Kaltim itu.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Sosial Kaltim, Dr. Ir. H. Budi Pranowo, MM, menekankan pentingnya saling memaafkan antar sesama dalam setiap momen Hari Raya Idul Fitri, maka dari itu pihaknya berharap melalui momen Idul Fitri tahun ini dijadikan ajang untuk lebih mempererat tali silaturahim antar pegawai di lingkungan Dinas Sosial Kaltim.

“Saya pribadi mohon maaf sedalam-dalamnya apabila selama ini ada salah kata maupun perbuatan baik sengaja maupun tidak disengaja kepada seluruh pegawai di lingkungan Dinas Sosial Kaltim ini, mari bersama-sama kembali ke fitri dengan mempererat tali silaturahim antar sesama khususnya di lingkungan Dinas Sosial Kaltim,” kata Budi Pranowo.

Setelah sambutan Kadis Sosial Kaltim, acara kemudian dilanjutkan dengan saling bersalam-salaman antar seluruh pegawai di lingkungan Dinas Sosial Kaltim yang dilangsungkan di halaman kantor Dinas Sosial Kaltim Jl Basuki Rahmat Nomor 76 Samarinda. (hms)

 

 

Ini Jadwal Lengkap Cuti Bersama PNS Tahun 2018

Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 13 Tahun 2018 tentang Cuti Bersama Pegawai Negeri Sipil atau PNS Tahun 2018 (tautan: Keppres Nomor 13 Tahun 2018). Keputusan ini dengan mempertimbangkan bahwa cuti bersama diperlukan dalam rangka mewujudkan efisiensi dan efektivitas hari kerja.

“Menetapkan Cuti Bersama PNS Tahun 2018, yaitu pada tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018 (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Senin, Selasa, dan Rabu) sebagai Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah,” bunyi diktum Pertama Keppres tersebut, seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Jakarta, Senin (5/6/2018).

Adapun hari Senin pada 24 Desember 2018, disebutkan dalam Diktum Keppres tersebut, sebagai cuti bersama Hari Raya Natal.

“Cuti bersama sebagaimana dimaksud tidak mengurangi hak cuti tahunan PNS,” bunyi diktum kedua Keppres tersebut.

PNS yang melaksanakan tugas bersifat pemberian pelayanan kepada masyarakat, menurut Keppres ini, tetap melaksanakan tugasnya selama cuti bersama PNS 2018.

Ditegaskan Keppres ini, PNS yang tetap melaksanakan tugasnya itu diberikan tambahan jumlah cuti tahunan sebagai kompensasi atas jumlah cuti bersama yang tidak digunakan.

“Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” diktum Kelima Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2018, yang telah ditetapkan di Jakarta, pada 4 Juni 2018 itu.(lip6)