12 PSKS Sesuai Permensos RI Nomor 08 Tahun 2012

By: Admin
06 Februari 2013

SAMARINDA- Selain penambahan jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dari 22 menjadi 26 jenis, berdasarkan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) RI Nomor 08 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data PMKS dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) juga terjadi penambahan jumlah untuk jenis-jenis PMKS dari jumlah sebelumnya 6 PSKS menjadi 12 PSKS.

Kadis Sosial Kaltim H Bere Ali mengatakan, sama seperti PMKS yang mengalami perubahan jumlah dalam arti mengalami penambahan jenisnya, maka untuk PSKS nantinya seluruh instansi sosial di Kabupaten/kota se Kaltim nantinya juga berkewajiban melakukan pendataan ulang guna memperbarui data-data PSKS tahun sebelumnya, sehingga nantinya jumlah yang dihasilkan dari pendataan ulang atau updating data PSKS tersebut benar-benar valid dan bisa dipercaya sebagai bahan pelaporan ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

"Dalam Permensos RI Nomor 08 Tahun 2012 juga disebutkan terjadinya penambahan jenis-jenis PSKS dari jumlah sebelumnya 6 menjadi 12 PSKS, tentunya hal ini harus ditindaklanjuti di daerah guna melakukan updating data PSKS, karena hasil monitoring dan evaluasi pendataan dan pengelolaan data PMKS dan PSKS nantinya dipergunakan oleh Kementerian Sosial sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan pelaksanaan program dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, rujukan untuk memperbaiki proses pendataan dan pengelolaan data serta untuk pencapaian target pendataan," papar Bere Ali.

Berikut 12 Jenis PSKS yang ditetapkan dalam Permensos RI Nomor 08 Tahun 2012 :

1.Pekerja Sosial Profesional

2.Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)

3.Taruna Siaga Bencana (Tagana)

4.Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)

5.Karang Taruna

6.Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)

7.Keluarga Pioner

8.Wahana Kesejahteraan Sosial Keluarga Berbasis Masyarakat (WKSBM)

9.Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial

10.Penyuluh Sosial

11.Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan

12.Dunia Usaha

Diketahui, PSKS sendiri merupakan sebuah potensi dan sumber yang ada pada manusia, alam dan institusi sosial yang dapat digunakan untuk usaha kesejahteraan sosial. (nan/red-DINSOS)